Samsung W2019: Ponsel Flip Mewah yang Hampir Terlupakan

📌 Jadi Gini Ya...
  • Samsung W2019 adalah ponsel flip premium yang dirilis pada November 2018 dengan harga sekitar Rp 40 jutaan, ditujukan untuk pasar China dan kalangan eksekutif serta pengusaha yang menginginkan perpaduan antara kemewahan tradisional dan teknologi modern.
  • Ponsel ini memiliki desain clamshell vertikal yang mempertahankan DNA flip phone klasik sekaligus membawa elemen modern, dengan dual layar Super AMOLED, keypad fisik, dan spesifikasi flagship seperti prosesor Snapdragon 845 dan kamera ganda yang setara dengan Galaxy S9+.
  • Meskipun telah diluncurkan delapan tahun yang lalu, Samsung W2019 masih memiliki daya tarik kuat di pasar koleksi, dengan harga second-hand yang masih cukup tinggi dan mencapai sekitar Rp 8-11 juta di eBay dan platform lokal seperti Shopee dan Tokopedia.

Di tengah tren ponsel lipat yang semakin tipis dan canggih, ada satu nama yang hampir lenyap dari ingatan publik: Samsung W2019. Dirilis November 2018, ponsel flip premium ini hadir dengan harga yang langsung membuat banyak orang terkejut — sekitar Rp 40 jutaan, atau tepatnya CNY 18.999 (sekitar USD 2.732) untuk varian 6 GB RAM dan 128 GB storage.

Samsung W2019 bukan sekadar ponsel lipat biasa. Ia menggabungkan nostalgia form factor flip klasik dengan spesifikasi flagship era itu, termasuk prosesor Snapdragon 845 dan kamera ganda yang setara dengan Galaxy S9+. Yang membuatnya unik: perangkat ini dirancang khusus untuk pasar China, ditujukan bagi kalangan eksekutif dan pengusaha yang menginginkan perpaduan antara kemewahan tradisional dan teknologi modern.

Di China, W2019 cepat menjadi simbol status — sering disebut sebagai “ponsel bos”. Namun di luar negeri, popularitasnya nyaris nol. Kini, delapan tahun kemudian di 2026, situasinya berbalik. Unit second-hand W2019 justru diburu kolektor di platform seperti eBay, dengan harga berkisar antara $500 hingga $730, tergantung varian dan kondisi.

Mengapa Samsung bersedia menciptakan ponsel seharga itu hanya untuk satu pasar? Bagaimana desain dual layar dan keypad fisiknya bertahan sebagai barang koleksi? Artikel ini akan membahas secara mendalam sejarah seri W Samsung, desain dan fitur unggulannya, spesifikasi lengkap, pandangan pengguna asli, kelebihan serta kekurangan, evolusi menuju Galaxy Z Flip, hingga posisinya sebagai barang koleksi di tahun 2026.

Sejarah Seri W Samsung & Posisi Pasar Saat Diluncurkan

Sejarah seri W Samsung sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2008. Dikenal internal dengan nama proyek “Project Lykan”, lini ini sengaja dikembangkan Samsung sebagai lini produk mewah khusus untuk pasar Tiongkok. Berbeda dengan produk global Samsung yang mengejar volume penjualan besar, seri W dirancang untuk segmen premium yang sangat spesifik.

Inti dari strategi ini adalah memenuhi selera “DAQI” — istilah dalam budaya China yang menggambarkan barang-barang megah, berwibawa, dan mampu menunjukkan status sosial pemiliknya. Bagi kalangan eksekutif dan pengusaha kelas atas di Tiongkok, membuka sebuah ponsel lipat dengan suara “klik” yang tegas dan solid memberikan kesan otoritas yang sulit ditandingi oleh ponsel layar sentuh slab biasa.

W2019 menjadi puncak dari evolusi desain clamshell tradisional Samsung. Ini adalah model terakhir yang masih mempertahankan filosofi flip phone klasik sebelum perusahaan akhirnya beralih sepenuhnya ke teknologi layar lipat fleksibel pada penerusnya, Samsung W20 5G.

Saat diluncurkan pada November 2018, W2019 langsung diposisikan sebagai salah satu ponsel Android flip termahal di dunia. Harga resminya mulai dari CNY 18.999, setara dengan Rp 38–40 juta saat itu atau sekitar USD 2.732 untuk varian 6 GB RAM dan 128 GB storage. Angka tersebut bahkan lebih mahal daripada MacBook Pro kelas atas pada periode yang sama.

poco m8 series

Pre-order dibuka pada 11 November 2018 melalui China Unicom. Antusiasme di kalangan target market sangat tinggi. Media teknologi di Asia, termasuk beberapa channel YouTube Indonesia, sempat memberitakan peluncurannya dengan cukup ramai. Namun, karena penjualan dibatasi hanya di China, buzz secara global tetap rendah. Bagi banyak orang di luar Tiongkok, W2019 hampir tak terdengar — sebuah “rahasia Samsung untuk orang kaya China” yang baru terungkap bertahun-tahun kemudian.

Desain & Fitur Unik yang Membuatnya Spesial

Salah satu daya tarik utama Samsung W2019 terletak pada desain clamshell vertikal yang mempertahankan DNA flip phone klasik sekaligus membawa elemen modern. Begitu dibuka, pengguna langsung disambut oleh keypad fisik angka yang elegan, dilengkapi tombol navigasi arah di bagian bawah. Kombinasi ini memungkinkan perangkat berfungsi sebagai “smart flip phone” yang menjalankan Android secara penuh, atau kembali ke mode klasik dengan mengandalkan keypad fisik.

samsung w2019
Samsung W2019, Ponsel para Bos, Sumber : sammobile.com

Keunikan lain terletak pada sistem dual layar. Samsung menyematkan dua panel Super AMOLED berukuran 4,2 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) dan kepadatan piksel sekitar 525 ppi. Layar cover di bagian luar memungkinkan pengguna mengakses fungsi Android secara terbatas tanpa membuka ponsel, mulai dari menerima panggilan, membaca notifikasi, hingga mengambil foto selfie. Sementara layar utama di dalam memberikan pengalaman tampilan yang lebih luas saat perangkat dibuka.

Dimensi dan bobot perangkat ini cukup signifikan. Dengan ukuran 132,2–132,9 x 63,2–63,4 x 15,95–17,3 mm dan berat sekitar 257 gram (beberapa sumber menyebut hingga 275 gram) saat tertutup, W2019 terasa sangat solid di tangan. Material yang digunakan pun kelas atas: bingkai logam yang kokoh dipadukan dengan panel kaca tebal di bagian belakang, memberikan kesan mewah dan tangguh.

Tersedia dalam dua pilihan warna elegan, Rose Gold dan Platinum (Silver), W2019 semakin memperkuat citra sebagai perangkat premium. Fitur pendukung lainnya meliputi pemindai sidik jari di sisi, tombol Bixby, port USB-C 3.1, serta dukungan NFC.

Secara keseluruhan, desain W2019 berhasil memadukan nostalgia mekanis flip phone jadul dengan teknologi layar dan sistem operasi modern, menciptakan pengalaman yang sulit ditemukan di ponsel lain pada masanya.

Spesifikasi Lengkap (Flagship Level 2018)

KategoriDetail
Dimensi & Berat132.2 x 63.2 x 15.95 mm, 257g
LayarDual Super AMOLED 4.2 inci (utama & cover), resolusi 1920 x 1080 (Full HD), ~525 ppi
ProsesorQualcomm Snapdragon 845 (octa-core: 4×2.8GHz Kryo 385 Gold + 4×1.7GHz Kryo 385 Silver), GPU Adreno 630
MemoriRAM 6GB, penyimpanan 128GB/256GB (expandable via microSD hingga 512GB)
KameraBelakang: Dual 12MP (wide f/1.5 + tele f/2.4, OIS, 2x optical zoom, video 4K@60fps, slow-mo 1080p@960fps); Depan: 8MP f/2.0
Baterai3070 mAh Li-Ion (non-removable), fast charging
OSAndroid 8.1 Oreo (dengan update terbatas karena eksklusif China)
Fitur LainDual SIM (SIM2 terkunci China Telecom, bisa di-unlock), NFC, fingerprint sensor, USB-C 3.1, warna Rose Gold/Platinum

Di balik desain clamshell klasiknya, Samsung W2019 menyembunyikan spesifikasi yang setara dengan ponsel flagship era 2018. Perangkat ini pada dasarnya merupakan adaptasi Galaxy S9+ dalam bentuk flip phone, sehingga performa hardware-nya termasuk yang terbaik di masanya.

W2019 ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 845 dengan konfigurasi octa-core (4×2.8 GHz Kryo 385 Gold + 4×1.7 GHz Kryo 385 Silver) dan GPU Adreno 630. Dipadukan dengan RAM 6 GB, ponsel ini mampu menjalankan multitasking dengan lancar sesuai standar flagship saat itu.

Untuk penyimpanan, tersedia dua pilihan yaitu 128 GB dan 256 GB, yang masih bisa diperluas hingga 512 GB melalui slot microSD hybrid. Layar ganda Super AMOLED berukuran 4,2 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) dan kepadatan piksel sekitar 525 ppi memberikan tampilan tajam baik pada layar cover maupun layar utama.

Sektor kamera menjadi salah satu keunggulan utama. Bagian belakang menggunakan dual kamera 12 MP yang identik dengan Galaxy S9+: sensor wide dengan aperture variabel f/1.5–f/2.4 yang dapat menyesuaikan bukaan lensa secara mekanis, ditambah sensor telephoto f/2.4 untuk zoom optik 2x. Kedua kamera dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS). Kemampuan perekaman video mencapai 4K@60fps dan Super Slow-motion hingga 1080p@960fps. Kamera depan beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0.

Penampakan Samsung W2019 Lowvie.com
Tampilan Samsung W2019, Sumber: techaeris.com

Baterai yang digunakan berkapasitas 3070 mAh dengan dukungan fast charging, meski ukurannya tergolong standar untuk ukuran ponsel flip. Perangkat menjalankan Android 8.1 Oreo dari pabrik, dengan update software yang terbatas karena status China-only.

Fitur pendukung lainnya mencakup dual SIM (dengan SIM 2 yang awalnya terkunci ke jaringan China Telecom, meski bisa di-unlock), NFC, side fingerprint + Bixby button, serta port USB-C 3.1.

Secara keseluruhan, spesifikasi W2019 membuktikan bahwa Samsung tidak main-main saat menghadirkan ponsel flip premium. Perangkat ini benar-benar membawa “monster” hardware di balik bodi klasik yang elegan.

Oppo Reno 15 Indonesia
Teknologi Yang Begitu Cepat Berkembang

Ada ironi besar dalam evolusi teknologi: performa mewah seharga Rp38 juta pada Samsung W2019 kini bisa disamai oleh ponsel seharga Rp2 jutaan seperti Samsung Galaxy A07 atau Xiaomi Redmi 15C di tahun 2026. Ini menunjukkan betapa cepatnya kekuatan hardware menjadi demokratis, namun di sisi lain menegaskan bahwa W2019 tetap tak tertandingi dalam hal build quality material premium dan gengsi yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh bodi plastik ponsel kelas menengah zaman sekarang.

Review Pengguna & Pengalaman Pakai

Pengguna Samsung W2019 yang berhasil mendapatkannya — baik melalui impor maupun pasar second-hand — umumnya memberikan penilaian positif terhadap aspek desain dan build quality. Banyak yang memuji feeling premium dan soliditas perangkat, dengan komentar seperti “sangat sturdy, tidak ada plastik sama sekali” dan “terasa mewah di tangan”.

Dual layar Super AMOLED menjadi salah satu fitur yang paling dihargai, terutama bagi pengguna bisnis. Layar cover memungkinkan akses cepat tanpa membuka ponsel, sementara keypad fisik di dalam memberikan sensasi klasik yang nyaman untuk navigasi dasar. Kamera dual 12 MP dengan variable aperture juga masih dianggap cukup baik untuk standar 2018–2019, meski tidak lagi kompetitif dibandingkan ponsel anyar.

Dilihat dari spesifikasi hardware-nya, performa Samsung W2019 di tahun 2026 setara dengan ponsel kelas menengah (mid-range) entry-level hingga menengah bawah pada 2025–2026. Prosesor Snapdragon 845 beserta RAM 6 GB-nya masih mampu menangani tugas sehari-hari seperti browsing, media sosial, chatting, dan pemutaran video dengan lancar. Namun, ia sudah tertinggal jauh untuk gaming berat, multitasking intensif, atau aplikasi AI modern yang banyak ditemui di ponsel anyar. Secara kasar, performanya mendekati atau sedikit di bawah chipset seperti Snapdragon 695, Dimensity 7020/7050, atau Snapdragon 7 Gen 1 series yang kini digunakan di beberapa ponsel mid-range entry. Kamera variable aperture-nya masih cukup baik untuk foto biasa, tetapi kalah jauh dalam pemrosesan malam hari dan video dibandingkan kamera ponsel 2026.

Namun, ada beberapa keluhan yang kerap muncul. Kapasitas baterai 3070 mAh sering disebut kurang awet, terutama saat digunakan secara intensif. Beberapa pemilik melaporkan masalah layar setelah pemakaian jangka panjang, serta keterbatasan update software karena status China-only. Selain itu, varian SIM kedua yang awalnya terkunci ke jaringan China Telecom memerlukan modifikasi agar bisa digunakan secara penuh di luar negeri — hal ini sempat dibahas di forum Rusia dan komunitas importer.

Di platform seperti AliExpress dan komunitas kolektor, W2019 kerap disebut sebagai “smart flip phone” yang nyaman dan unik. Banyak yang mengapresiasi kemampuannya menjalankan aplikasi Android secara lengkap meski dalam bentuk flip klasik. Meski demikian, hampir semua pengguna sepakat bahwa perangkat ini bukan daily driver ideal di tahun 2026. Popularitasnya secara global tetap sangat rendah, hampir tidak tercatat di benchmark besar, dan lebih banyak dibeli untuk koleksi atau sebagai perangkat secondary.

Secara keseluruhan, pengalaman pakai W2019 lebih condong ke nilai nostalgia dan kemewahan daripada performa harian modern. Bagi mereka yang menyukai desain unik dan tidak keberatan dengan keterbatasan software, ponsel ini masih memberikan kepuasan tersendiri — meski dengan catatan bahwa ekspektasi harus disesuaikan dengan usia perangkat.

Pro & Cons: Masih Layakkah di 2026?

Setelah delapan tahun beredar, berikut ringkasan kelebihan dan kekurangan Samsung W2019 berdasarkan pengalaman pengguna serta karakteristik teknisnya:

Kelebihan

  • Desain flip mewah dengan dual layar Super AMOLED berkualitas tinggi yang masih terasa premium hingga sekarang.
  • Kamera ganda dengan variable aperture dan OIS yang unggul untuk foto dan video di zamannya, serta adaptasi langsung dari Galaxy S9+.
  • Performa Snapdragon 845 masih mulus untuk multitasking ringan, ditambah dukungan NFC dan slot microSD hingga 512 GB.
  • Material premium dengan build quality yang sangat kokoh, jauh lebih tangguh dibandingkan ponsel lipat modern yang rentan pada engsel dan layar fleksibel.
  • Nilai koleksi yang tinggi berkat kelangkaan dan desain ikoniknya.
  • Dual screen sangat fungsional untuk cek notifikasi cepat tanpa membuka ponsel.

Kekurangan

  • Baterai 3070 mAh tergolong kecil dan cepat habis saat pemakaian normal.
  • Eksklusif China: Google Play Store harus di-sideload, tidak ada dukungan resmi Google services dari awal, serta update software terhenti di Android 10.
  • Layar rentan mengalami masalah setelah pemakaian jangka panjang.
  • Dimensi tebal (hingga 17,3 mm) dan berat (257 gram) membuatnya kurang nyaman dimasukkan ke kantong celana modern.
  • Sangat sulit mencari suku cadang orisinal di luar China, terutama jika terjadi kerusakan pada engsel, hinge, atau layar.
  • Harga saat rilis dianggap terlalu mahal untuk spesifikasi tahun 2018.

Secara keseluruhan, W2019 lebih cocok sebagai perangkat koleksi atau secondary phone bagi pecinta gadget unik daripada menjadi ponsel utama di tahun 2026. Kelebihannya terletak pada nostalgia, kemewahan, dan build quality, sementara kekurangannya mayoritas berasal dari usia dan keterbatasan pasar China-only.

Saingan Saat Itu (2018) & Penerus Langsung

Pada tahun 2018, Samsung W2019 tidak memiliki banyak saingan langsung di segmen flip phone Android premium. Di pasar China, ia bersaing dengan beberapa model flip premium lokal, termasuk adaptasi dari Huawei Mate 20 series yang juga menawarkan desain lipat mewah. Pendahulunya sendiri, Samsung W2018, menjadi patokan utama sebelum W2019 hadir dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Secara global, W2019 lebih banyak dibandingkan dengan slab flagship mewah seperti Galaxy S9+ (yang menjadi basis teknisnya) dan iPhone XS. Saat itu, belum ada kompetitor flip Android yang benar-benar kuat di pasar internasional. Kebanyakan produsen masih fokus pada ponsel layar datar konvensional, sehingga W2019 praktis menjadi salah satu pilihan paling mahal dan eksklusif di kategori flip phone.

Review Nothing Phone 4a Indonesia
Ponsel Flip Samsung Zaman Ke Zaman
Ponsel Flip Samsung Zaman Ke Zaman, Sumber : gadgetmatch.com

Penerus langsung W2019 adalah Samsung W20 5G (SM-W2020) yang diluncurkan akhir 2019. Perangkat ini menandai transisi besar Samsung dari clamshell tradisional ke dunia foldable. W20 5G membawa layar utama Dynamic AMOLED 7,3 inci beresolusi 1536×2152, prosesor Snapdragon 855+, RAM hingga 12 GB, penyimpanan 512 GB, baterai lebih besar 4235 mAh, serta dukungan jaringan 5G. Model ini menjadi jembatan penting sebelum Samsung meluncurkan seri Galaxy Z secara global.

Dari W2019 ke Galaxy Z Flip: Sebuah Evolusi

Samsung W2019 berperan sebagai “jembatan” penting dalam evolusi flip phone Samsung. Dari perangkat ini, perusahaan belajar bahwa audiens masih sangat menyukai bentuk clamshell yang ringkas dan ikonik. Konsep layar luar pada W2019 kemudian berevolusi menjadi cover screen yang jauh lebih fungsional pada seri Galaxy Z Flip. Sementara mekanisme engsel clamshell-nya menjadi fondasi bagi teknologi layar lipat fleksibel yang kita kenal saat ini.

Perbedaannya cukup mencolok. W2019 menawarkan ketangguhan fisik yang belum bisa ditandingi oleh layar lipat mana pun hingga kini. Keypad fisik yang dimilikinya juga menjadi elemen unik yang tidak ada di Galaxy Z Flip series. Sementara Z Flip mengutamakan kepraktisan, tipis, dan fleksibilitas layar, W2019 tetap mempertahankan nuansa mewah klasik dengan hardware flagship era itu.

Barang Koleksi 2026: Samsung W2019 Second Hand Masih Dicari

Delapan tahun setelah peluncurannya, Samsung W2019 tetap memiliki daya tarik kuat di pasar koleksi. Di pasar internasional seperti eBay per April 2026, harga second-hand masih cukup tinggi. Varian 128 GB rata-rata dibanderol sekitar $530–$600 (sekitar Rp 8,5–9,6 juta), sementara varian 256 GB bisa mencapai $640–$730 (sekitar Rp 10,2–11,7 juta), tergantung kondisi fisik dan kelengkapan unit.

Di Indonesia, minat terhadap W2019 juga terlihat di platform lokal. Di Shopee dan Tokopedia, unit second-hand atau impor dijual dengan harga sekitar Rp 11.117.000 untuk varian 128 GB dan Rp 13.400.000 untuk varian 256 GB. Harga di Tanah Air cenderung sedikit lebih tinggi dibandingkan eBay, kemungkinan karena biaya impor, ongkir, dan kelangkaan stok.

Bagi pecinta retro tech, W2019 bukan sekadar ponsel cadangan. Ia dianggap sebagai karya seni teknologi — sebuah bukti keberanian Samsung bereksperimen demi memuaskan satu pasar spesifik dengan standar kemewahan yang sangat tinggi. Kelangkaan dan desain ikoniknya membuat harga tetap stabil meski usia perangkat sudah mencapai delapan tahun.

Kesimpulan

Samsung W2019 adalah bukti bahwa teknologi tidak selalu harus tentang masa depan. Terkadang, ia juga tentang merayakan masa lalu dengan cara yang paling mewah. Meski hampir terlupakan oleh publik luas, ponsel ini tetap abadi di hati para pecintanya sebagai salah satu ponsel flip paling gahar yang pernah dibuat.

Di era foldable modern yang semakin tipis dan canggih, W2019 tetap ikonik sebagai ponsel flip mewah klasik yang pernah mencapai harga Rp 40 jutaan hanya untuk pasar China. Apakah Anda tertarik untuk memburu ponsel ini sebagai koleksi, atau menurut Anda harga puluhan juta untuk sebuah ponsel flip tetap tidak masuk akal? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Salin Kutipan 📋
Beli Produk Ini Di:
Shopee