
- POCO M8 Series hadir dengan dua varian, yaitu POCO M8 5G dan POCO M8 Pro 5G, keduanya menawarkan ketahanan fisik dan baterai yang superior, dengan rating IP69K dan baterai 6500mAh di varian Pro.
- Kedua varian memiliki layar AMOLED yang tajam dan super terang, dengan refresh rate 120Hz, serta dilengkapi dengan chipset Qualcomm yang powerful, yaitu Snapdragon 6 Gen 3 dan Snapdragon 7s Gen 4.
- POCO M8 Series diperkirakan akan masuk resmi ke pasar Indonesia sekitar Maret-April 2026, dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan harga global, yaitu sekitar Rp5 jutaan untuk varian standar dan Rp6 jutaan untuk varian Pro.
Awal tahun 2026 ini, POCO kembali menggebrak pasar global dengan merilis duo andalannya: POCO M8 5G dan POCO M8 Pro 5G. Menariknya, kali ini POCO sedikit mengubah haluan. Jika dulu mereka hanya βgilaβ di urusan speed prosesor, di seri M8 ini mereka mulai serius menggarap aspek durabilitas dan kapasitas baterai yang benar-benar di atas rata-rata industri saat ini.
Berikut adalah ulasan mendalam kami mengenai spesifikasi, performa, hingga apa yang dirasakan pengguna di lapangan.
Tabel Spesifikasi POCO M8 5G
| Spesifikasi | POCO M8 5G | POCO M8 Pro 5G |
|---|---|---|
| Dimensi | 164 x 75.4 x 7.4 mm, 178g | 163.3 x 78.3 x 8.3 mm, 206g |
| Build & IP Rating | IP66/IP65 (Eropa), tahan jatuh 1.7m | IP68/IP69K (global), Gorilla Glass Victus 2 |
| Display | 6.77β³ AMOLED 120Hz, 1080Γ2392 (~388ppi), HDR, 3200 nits peak | 6.83β³ AMOLED 120Hz, 1280Γ2772 (~447ppi), HDR10+/Dolby Vision, 3200 nits peak |
| Chipset | Snapdragon 6 Gen 3 (4nm) | Snapdragon 7s Gen 4 (4nm) |
| CPU | Octa-core (4Γ2.4GHz A78 + 4Γ1.8GHz A55) | Octa-core (1Γ2.7GHz A720 + 3Γ2.4GHz A720 + 4Γ1.8GHz A520) |
| GPU | Adreno 710 | Adreno 810 |
| RAM/Storage | 6/128GB, 8/128GB, 8/256GB, 8/512GB (UFS 2.2, microSD shared) | 8/256GB, 12/512GB (UFS 2.2, no microSD) |
| Kamera Utama | 50MP wide (PDAF) + auxiliary, 4K@30fps | 50MP wide (OIS, dual PDAF) + 8MP ultrawide, 4K@30fps |
| Kamera Selfie | 20MP | 32MP |
| Baterai & Charging | 5520mAh, 45W wired, 18W reverse | 6500mAh, 100W wired (100% in 40min), 22.5W reverse |
| Lainnya | WiFi ac, BT 5.1, NFC/IR, stereo Dolby Atmos, no 3.5mm | WiFi 6/6e, BT 5.4, NFC/IR, stereo Dolby Atmos + Hi-Res wireless, no 3.5mm |
| OS | Android 15, HyperOS 2 (4 upgrades) | Android 15, HyperOS 2 (4 upgrades) |
Desain dan Ketahanan: Siap Diajak βTempurβ
Satu hal yang paling bikin kaget dari seri ini adalah standar ketangguhannya yang biasanya cuma ada di HP jenis rugged.

- Standar IP69K dan Proteksi Material: POCO M8 Pro 5G benar-benar naik kelas dengan sertifikasi IP68/IP69K. Rating IP69K ini adalah level tertinggi; artinya HP ini nggak cuma tahan debu, tapi juga tahan semprotan air suhu tinggi dengan tekanan besar dari berbagai sudut. Layar depannya pun sudah dilapisi Gorilla Glass Victus 2, jadi lebih tenang kalau urusan benturan atau goresan tak sengaja.
- Varian Standar: Adik terkecilnya, POCO M8 5G, tetap tangguh dengan rating IP66/IP65. Meskipun di bawah versi Pro, HP ini diklaim tetap kuat menahan jatuh dari ketinggian 1,7 meter. Cocok banget buat kamu yang mobilitasnya tinggi di outdoor.
Urusan dimensi, keduanya punya karakter beda. Versi Pro terasa lebih mantap dan berisi (bobot 206 gram, tebal 8,3 mm) karena baterai besarnya. Sedangkan versi standar jauh lebih ramping (tebal hanya 7,4 mm dan berat 178 gram), sangat nyaman buat yang suka pakai HP dengan satu tangan dalam waktu lama.
Layar AMOLED yang Tajam dan Super Terang
POCO nggak pelit urusan layar. Keduanya sudah pakai panel AMOLED, tapi dengan detail yang sedikit beda:
- Layar Versi Pro: Berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1.5K (1280 x 2772). Kerapatannya mencapai ~447 ppi, jadi tajam banget. Apalagi ada dukungan HDR10+ dan Dolby Vision yang bikin warna terasa lebih hidup.
- Layar Versi Standar: Ukurannya 6,77 inci resolusi Full HD+. Meski secara angka di bawah Pro, panel ini tetap mendukung refresh rate 120Hz yang bikin transisi layar tetap mulus.
Satu fitur juara di keduanya adalah tingkat kecerahan puncak mencapai 3200 nits. Ini fitur krusial banget buat kita di Indonesia; mau pakai HP di bawah terik matahari siang bolong pun, tampilan layar bakal tetap kelihatan jelas.
Bicara Performa dan Efisiensi Perangkat
POCO menggunakan dua otak berbeda dari Qualcomm untuk seri ini, yang keduanya sudah menggunakan fabrikasi 4nm agar suhu tetap terjaga dan baterai tidak boros.
- Snapdragon 7s Gen 4 (Varian Pro): Performa βGaharβ Tanpa Panas Berlebih Dengan skor AnTuTu v10 mencapai 817.222, varian Pro ini bukan sekadar HP kelas menengah biasa. Kecepatan intinya tembus 2,7GHz dan didukung GPU Adreno 810. Apa artinya buat kamu? Dalam pengujian stress test, HP ini mencatatkan stabilitas performa hingga 99,5%. Artinya, saat kamu main game berat seperti Genshin Impact di pengaturan Medium-High atau Honkai: Star Rail, performanya tetap konstan. Tidak ada cerita HP tiba-tiba lemot atau frame drop (patah-patah) setelah main 30 menit karena panas. Untuk game kompetitif seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile, pengaturan grafik βRata Kananβ bisa dilibas dengan sangat mulus tanpa kendala.
- Snapdragon 6 Gen 3 (Varian Standar): Si Gesit untuk Harian Varian standar mengandalkan Snapdragon 6 Gen 3 dengan skor AnTuTu di kisaran 631.693. Untuk penggunaan harian seperti scrolling TikTok, pindah-pindah aplikasi secara cepat (multitasking), hingga edit video ringan untuk konten media sosial, chipset ini sudah sangat lancar. Namun, jika disandingkan dengan versi Pro, perbedaan akan terasa pada kecepatan pemrosesan grafis. Jika di versi Pro kamu bisa main game berat dengan grafik tinggi secara stabil, di versi standar ini kamu mungkin perlu menyesuaikan pengaturan grafik ke Medium agar tetap nyaman. Meski begitu, untuk game populer seperti Free Fire atau Mobile Legends, performanya tetap sangat bisa diandalkan.
Tabel Perbandingan Skor Antutu
| Model | Chipset | Skor AnTuTu v10 (rata-rata) |
|---|---|---|
| POCO M8 5G | Snapdragon 6 Gen 3 | 550,000 β 638,701 |
| POCO M8 Pro 5G | Snapdragon 7s Gen 4 | 875,000 β 1,005,050 |
| Realme 12 Pro 5G | Snapdragon 6 Gen 1 | 583,753 |
| Realme 13 Pro 5G | Dimensity 7300 | 677,094 |
| Motorola Moto G86 | Snapdragon 6 Gen 3 | 658,944 |
| POCO X7 Pro (sedikit atas) | Dimensity 8400 | 1,577,069 |
Catatan Soal Penyimpanan: Ada satu hal yang jadi perhatian; kedua HP ini masih menggunakan teknologi penyimpanan UFS 2.2. Di saat beberapa kompetitor di tahun 2026 mulai beralih ke UFS 3.1 yang lebih ngebut, langkah POCO bertahan di UFS 2.2 ini mungkin terasa sedikit βnanggungβ bagi kamu yang sering memindahkan data berukuran besar atau mengharapkan kecepatan loading game yang instan.
Kapasitas Baterai dan Manajemen Daya
Di sinilah POCO M8 Series benar-benar menunjukkan taringnya sebagai βRaja Dayaβ.
- Sistem Daya Varian Pro: Pakai baterai badak 6500mAh dengan 100W HyperCharge. Cas dari 0% sampai 100% cuma butuh sekitar 40 menit! Baterai segini diklaim kuat nemenin aktivitas kamu sampai dua hari penuh tanpa perlu colok kabel.
- Sistem Daya Varian Standar: Pakai baterai 5520mAh dengan cas 45W. Walaupun di bawah Pro, daya tahannya tetap jempolan dan sanggup bertahan seharian meski dipakai intens.
Asyiknya lagi, keduanya mendukung reverse charging (18W di standar, 22,5W di Pro). Jadi HP kamu bisa jadi power bank dadakan buat teman yang butuh cas TWS atau HP mereka.
Sektor Kamera dan Fotografi
POCO menyematkan sensor utama 50MP, tapi dengan jeroan yang beda target:
- Kamera Pro: Sudah punya Optical Image Stabilization (OIS) dan Dual PDAF. OIS ini sangat membantu biar foto nggak blur gara-gara tangan goyang, terutama pas malam hari atau lagi rekam video 4K agar lebih stabil. Ada juga lensa 8MP ultrawide buat foto pemandangan luas.
- Kamera Standar: Pakai 50MP (PDAF) tanpa OIS dan nggak ada ultrawide-nya. Lebih pas buat dokumentasi harian yang simpel dan kasual.
Buat urusan selfie, versi Pro dibekali sensor 32MP dan versi standar 20MP. Hasil tangkapan kamera secara umum dipuji karena kejernihannya di kondisi terang. Namun, untuk pemotretan di kondisi low-light atau malam hari, performanya masih tergolong standar di kelas harganya.
Pengalaman Penggunaan dan Catatan Lapangan
Berdasarkan laporan awal di lapangan (termasuk pantauan di komunitas), ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
- Optimasi Software: Beberapa unit awal di HyperOS 2 dilaporkan masih ada bugs seperti lag pada aplikasi sistem atau kecepatan cas yang kadang naik-turun. Biasanya butuh restart agar normal kembali.
- Suhu dan Throttling: Saat digenjot main game berat terus-menerus, suhu bisa menyentuh 50Β°C. Ini bikin sistem melakukan thermal throttling (penurunan performa otomatis) biar komponennya nggak rusak.
- Anomali Visual: Ada laporan terbatas soal munculnya bayangan warna (green tint) pada tingkat kecerahan tertentu. Ini butuh perhatian lewat update software ke depannya.
- Audio: Siapkan adapter atau TWS, karena POCO resmi menghilangkan jack audio 3,5mm di kedua varian ini. Kabar baiknya, varian Pro sudah mendukung WiFi 6/6e dan Bluetooth 5.4 yang lebih stabil.
Kapan Masuk Indonesia? Ini Perkiraannya
Bagi kamu yang sudah tidak sabar, POCO M8 Series telah meluncur secara global pada Januari 2026. Berdasarkan pola rilis POCO di tahun-tahun sebelumnya, unit resmi biasanya akan mendarat di pasar Indonesia sekitar 1 hingga 2 bulan setelah peluncuran global.
Artinya, kita bisa berekspektasi seri ini akan tersedia secara resmi di tanah air pada kisaran Maret-April 2026. Biasanya, peluncuran di Indonesia akan diawali dengan masa pre-order atau flash sale dengan penawaran harga khusus yang lebih menarik di platform e-commerce lokal.
Bocoran Harga dan Prediksi di Indonesia
Update per 24 Februari 2026, harga global untuk varian 8/256GB adalah:
- POCO M8 5G: Sekitar $310 (~Rp5.022.000).
- POCO M8 Pro 5G: Sekitar $390 (~Rp6.318.000). Ada juga harga early bird global yang jauh lebih miring di kisaran $209 hingga $259.
Prediksi Lokal: Biasanya POCO Indonesia bakal kasih harga yang lebih βsadisβ (murah) dibanding konversi harga global di atas. Kemungkinan besar harga resminya bakal di bawah angka konversi tersebut, apalagi kalau kamu gercep pas promo flash sale di Shopee atau Tokopedia.
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa harga Poco M8 5G?
Harga global varian 8/256GB sekitar Rp5.022.000.
HP POCO RAM 8 harganya berapa?
Untuk seri M8, RAM 8GB sudah jadi standar. Harganya mulai Rp5 jutaan (Standar) sampai Rp6 jutaan (Pro).
Gimana spek POCO M8 Pro 5G?
Layar AMOLED 1.5K, tahan air IP69K, Snapdragon 7s Gen 4, kamera 50MP OIS, dan baterai monster 6500mAh (cas 100W).
Kapan rilis di Indonesia?
Diperkirakan masuk resmi 1-2 bulan setelah rilis global Januari lalu (sekitar Maret 2026).
Verdict: Si Raja Baterai yang Tangguh
POCO M8 Series adalah pilihan yang sangat kompetitif, terutama buat kamu yang mengutamakan ketahanan fisik dan baterai yang nggak abis-abis. Adanya rating IP69K dan baterai 6500mAh di varian Pro adalah lompatan besar buat HP kelas menengah.
Tentu ada komprominya, seperti hilangnya lubang audio jack dan storage yang masih UFS 2.2. Tapi secara keseluruhan, POCO M8 Pro 5G sangat layak jadi daily driver buat aktivitas outdoor yang intens, sedangkan POCO M8 5G menawarkan keseimbangan antara efisiensi bodi dan koneksi 5G.










